Madiun — Belasan kader PKK Kelurahan Mojorejo mendapat tambahan wawasan mengenai dampak penggunaan pembalut sekali pakai serta alternatif pembalut ramah lingkungan. Kegiatan ini digelar di Lapak Margo Asri, Kamis (22/01).
Acara tersebut dihadiri Lurah Mojorejo, Cahyo Budi Darmono, dengan narasumber Fuad dari Dayu Garment Sanjaya. Dalam pemaparannya, Fuad menjelaskan bahwa pembalut sekali pakai umumnya dibuat dari kertas daur ulang yang ditambahkan bahan pemutih dan kaporit, sehingga berpotensi berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Ia menyebutkan, penggunaan pembalut sekali pakai yang bersifat pakai buang menyebabkan volume sampah pembalut semakin mengkhawatirkan. Limbah tersebut sulit didaur ulang, tidak mudah terurai, bahkan membutuhkan waktu hingga sekitar 50 tahun untuk terurai di dalam tanah. Pembakaran pun tidak disarankan karena kandungan klorin di dalamnya.
Dari sisi kesehatan, pembalut sekali pakai yang digunakan berulang kali dalam waktu lama berisiko menjadi sarang bakteri. Ukuran pembalut 23 sentimeter yang umum digunakan pada awal menstruasi, dengan frekuensi ganti sekitar 4 hingga 6 kali, tetap memerlukan perhatian terhadap kebersihan. Risiko kesehatan seperti infeksi hingga kanker serviks juga menjadi perhatian, mengingat salah satu penyebabnya adalah virus HPV yang sering tidak menunjukkan gejala awal.
Selain itu, kebiasaan membuang pembalut sembarangan turut mencemari lingkungan, termasuk sungai yang kerap ditemukan dipenuhi sampah pembalut.
Sebagai alternatif, Fuad mengenalkan penggunaan pembalut kain khusus yang lebih nyaman dan ramah lingkungan. Menurutnya, pada zaman dahulu perempuan menggunakan kain sebagai pembalut, dan kini telah tersedia kain pembalut modern yang lebih higienis serta dapat digunakan kembali. Dayu Garment Sanjaya, lanjutnya, berkomitmen mendukung gerakan Indonesia Go Green melalui produk yang berorientasi pada kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat semakin meningkat, serta para kader PKK dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya.
